Laman

Senin, 24 September 2012

Marajo [Buku Baru]

“Aku memahami kedudukanmu, Dipang. Namun sebagai saudara, sebagai putra Iskandar Zulkarnain, aku pantas menyadarkan engkau. Kembalilah engkau kepada kebenaran. Kekuasaanmu yang genggam sekarang tidaklah mutlak. Justru karena itu gunakanlah kekuasaan yang ada di tanganmu untuk rakyatmu. Rakyat Cina.”


***

Selepas wafatnya Iskandar Zulkarnain, pemberontakan terjadi di wilayah-wilayah kekuasaannya. Pemberontakan itu mengancam jiwa dan kehormatan Putri Kandauxia, selir kesayangan Iskandar Zulkarnain. Beserta ketiga anaknya, Olif, Difang, dan Marajo, sang putri meninggalkan keraton guna menyelamatkan diri. Sayang, ganasnya lautan memisahkan mereka. Sehingga, ketiga keturunan Iskandar Zulkarnain itu harus menapaki jejak langkahnya masing-masing secara terpisah.

    Olif berhasil menjadi Kaisar Romawi, Difang bertahta di Cina, sedangkan Marajo masih harus menapaki takdirnya sebagai pengembara sambil mencari kedua saudaranya guna melepas rindu. Namun, takdir berkata lain, pertemuan Marajo dengan Difang justru bukan untuk membuncah rindu, melainkan menumpahkan darah sebab perbedaan karma yang mereka jalani.

    Mampukah Marajo menyadarkan sang kakak yang kini menjadi raja zhalim nan kejam? Bagaimana pula akhir pengembaraannya menuju Pulau Andalas? Simaklah kisahnya dalam tambo yang luar biasa ini. Sebuah kisah yang tak hanya sarat ajaran moral, tetapi juga menguak tabir muasal nenek moyang suku Minangkabau di masa silam.

    Selamat membaca!

“Marajo, saudaraku. Karma yang ada padaku adalah kekuasaan. Kita bersaudara tapi kekuasaan yang ada padaku, bukanlah bersaudara.”




 
Judul Marajo  
No. ISBN 9786027696143 
Penulis Amran SN 
Penerbit Sabil 
Tanggal terbit September - 2012 
Jumlah Halaman
Berat Buku -
Jenis Cover Soft Cover 
Dimensi(L x P) -
Kategori Sejarah Fiksi 
Bonus
Text Bahasa Indonesia ·

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar