Laman

Senin, 10 September 2012

(Seandainya) Dahlan Iskan (Jadi) Presiden

Dari kacamata komunikasi politik, ada tiga proses induktif yang dilakukan penulis. Yakni: rekam jejak (track record). kenegarawan (stagecraft), dan pencitraan (stagecraft). Konsep-konsep itu pula yang selalu ditanyakan wartawan kepada saya setiap ada gebrakan Dahlan Iskan. Dan, Pembaca yang Mulia, Anda (dan juga saya) beruntung mendapat jawaban yang lebih lengkap. Coba pelajari kisah di tahun 1993, ketika Dahlan menyetir mobil pick up. Terobosan Dahlan menjadi signifikan karena dilontarkan dua dekade silam!
Effendi Gazali, Ph.D, MPS ID―Peneliti Komunikasi Politik, alumnus Cornell University, New York, USA dan Radboud University, Nijmegen, The Netherlands.


Saya jauh lebih lama mengenal Pak Dahlan. Secara struktur, saya juga lebih memungkinkan untuk lebih dekat dengan Pak Dahlan. Tapi, kesimpulan soal gaya dan kebiasaan Pak Dahlan ya sama saja seperti yang dipaparkan penulis. Ya memang begitu itulah Pak Dahlan.
H. Margiono―Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI): salah satu Direktur Jawa Pos yang juga mantan Pemimpin Redaksi Jawa Pos.


Membaca buku ini seperti melihat film tentang Dahlan Iskan (DI). Saya sepakat dengan penulis: DI dan dulu ya begini. Jika ada orang yang mulai mencurigai bahwa DI membuat pencitraan, mungkin wajar. Buat saya pribadi DI yang saya kenal sama saja. Apa yang dilakukannya sekarang, biasa saja. Bedanya: sekarang DI seperti hidup dalam akuarium-tersorot kamera. Buat saya, ia luar biasa, justru karena biasa.
Ira Puspadewi―Director Social & Community Investment Gap Inc. di wilayah Asia: Editor buku Dahlan Iskan The Joy of Agony


Bagi mereka yang kenal DIS (Dahlan Iskan) buku ini mengonfirmasi keunikan keseharian DIS. Bagi yang belum kenal, buku ini mencengangkan. Begitulah DIS adanya. Ia memang sosok ibarat novel. Selalu ada saja kejutan dan drama. Kadang bikin kita tersenyum geli, mendadak marah, bahkan lalu tepuk tangan karena DIS muncul bak hero menumpas kebangkrutan moral, kebodohan, dan feodalisme. Jempol buat penulis: PAM.
Ramadhan Pohan―Wakil Sekjen Partai Demokrat dan Wakil Ketua Komisi I DPR RI.


Buku ini menegaskan gaya kepemimpinan Dahlan Iskan yang taktis dan tepat untuk membenahi organisasi yang harus responsif di dunia yang serba cepat dan kompetitif saat ini. Menularkan virus kepada pembaca agar semangat dalam mengejar visi besar kemajuan Indonesia.
Iwan Kahfi MBA―Director - Customer Relations, Prasetya Mulya Business School.


Saya senang bisa merasakan kepemimpinan Pak Dahlan, meski tidak secara langsung. Beliau itu smart, banyak ide, penuh komitmen, pekerja keras, tapi juga simple dan bersahaja. Indonesia sangat menunggu sosok seperti Pak Dahlan.
Dwi Santoso―Pengusaha asal Surabaya, Rekanan PLN.



Judul (Seandainya) Dahlan Iskan (Jadi) Presiden  
No. ISBN 9797575349 
Penulis Agung Pamujo 
Penerbit KawanPustaka 
Tanggal terbit September - 2012 
Jumlah Halaman 190 
Berat Buku -
Jenis Cover Soft Cover 
Dimensi(L x P) -
Kategori Sosial-Politik 
Bonus
Text Bahasa Indonesia ·



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar